Discover Garut: Tourism Packages That Capture the Swiss of Java

Gambar
Garut, in West Java, is often called the “Swiss of Java” for good reason. Volcanic peaks, crater lakes, hot springs, highland farms, and a stretch of southern coastline sit within a few hours of Bandung and Jakarta. A well-planned package turns that landscape into a short, memorable trip instead of a scramble between maps and ticket booths. Most visitors choose a one-day, two-day, or three-day itinerary. A typical day trip starts early for Mount Papandayan. At 2,665 meters, the volcano is friendly to first-time hikers. The path leads through a “dead forest,” steaming sulfur fields, and meadows of edelweiss. Tickets are modest, usually in the Rp20,000–Rp30,000 range on weekdays. After the crater, many groups drop to Candi Cangkuang. The small Hindu temple sits on an island in Situ Cangkuang; you reach it by bamboo raft and walk through Kampung Pulo, a traditional settlement with strict local customs. Situ Bagendit nearby offers pedal boats and a quieter sunset if time remains. Two-day ...

Candi Cangkuang

"Candi Cangkuang"

Kabupaten Garut terkenal sebagai tempat-tempat wisata nya selain memiliki banyak pantai di garut bagian selatan namun kota intan ini memiliki tempat wisata yang bersejarah salah satu nya adalah Candi Cangkuang candi hindu yang berada di kampung Pulo desa cangkuang kecamatan leles kabupaten Garut, letaknya pun bisa di bilang unik karena dikelilingi  oleh subuah danau atau situ yang dinamakan situ cangkuang .







Candi ini memiliki luas 4,5x4,5 meter dengan ketinggian 8,5m bangunannya menghadap ke arah timur dan di dalam candi terdapat sebuah ruangan seluas  sekitar 2 m2 yang memiliki tinggi 3 m, di bagian tengah ruangan terdapat sebuah patung dewa siwa yg tingginya 40cm yg sedang duduk dengan sebelah kaki di. Tidak hanya memiliki danau dan candi saja namun tempat bersejarah ini juga memiliki makam keramat Mbah Dalem Arief muhammad yang di anggap sebagai pendiri tempat ini .






Untuk menuju candi pengunjung harus menggunakan rakit melewati atau menyebrangi  danau atau situ karena letak candi berada di tengah danau , Namun ada yang akan mencuri perhatian anda yaitu suatu kampung adat yang bernama kampung Pulo yang dimana bangunan rumahnya terbuat dari bambu juga di setiap rumahnya tidak diperbolehkan ada televisi dan jumlah orang kampung di tentukan apabila lebih harus meninggalkan kampung pulo lebih tepatnya berpindah tempat .






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Exploring the Wonders of Indonesian Travel

Pantai Cijeruk Indah

Tempat Wisata di Tasikmalaya